Peringati Hari Lingkungan Hidup, Rumah Kelola Sampah Disulap Jadi Destinasi Wisata Edukasi

rumahkelolasampah.id

rumahkelolasampah.id

  • Senin, 08 Jun 2026 13:50 WIB

MEDAN – Ada yang berbeda dari peringatan Hari Lingkungan Hidup kali ini. Rumah Kelola Sampah (RKS) mendadak disulap menjadi destinasi wisata edukasi yang seru dan interaktif saat menerima kunjungan dari Port Social Community (PSC) pada Minggu (07/06).

PSC merupakan komunitas sosial anak muda besutan Pelindo di wilayah Belawan dan sekitarnya yang fokus memberikan dampak positif bagi masyarakat. Sebanyak 20 pemuda-pemudi yang tergabung dalam komunitas ini turun langsung untuk mempraktikkan cara mengolah sampah mandiri berskala rumahan.

Pengurus Rumah Kelola Sampah, Mustika Guna, menyambut hangat antusiasme para generasi muda ini. Ia menegaskan bahwa RKS selalu terbuka menjadi mitra pendamping bagi siapapun yang ingin menyebarluaskan kesadaran lingkungan. "Sampah harus sudah mulai dipilah dan dipilih sejak dari rumah. Jangan sampai semuanya berakhir begitu saja dan menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA)," ujar Mustika menekankan pentingnya aksi dari hulu.

Mengubah Sampah Menjadi Berkah, Bukan Dosa Jariah

Aksi nyata para pemuda ini juga disambut baik dari manajemen. Direktur SDM PT Pelindo Multi Terminal, Edi Priyanto, menitipkan pesan mendalam terkait tanggung jawab personal terhadap lingkungan. "Kesadaran terhadap sampah yang kita hasilkan secara individu adalah tanggung jawab kita masing-masing untuk mengolahnya. Jangan sampai sampah yang tidak dikelola ini justru menjadi 'dosa jariah' yang berkelanjutan dan merugikan orang banyak," tegas Edi.

Sementara itu, Pengurus PSC, Rafika, menyampaikan apresiasinya atas ilmu praktis yang dibagikan oleh RKS. Menurutnya, RKS berhasil mengubah stigma pengolahan sampah yang membosankan menjadi aktivitas yang menyenangkan. "Ternyata belajar mengolah sampah bisa seseru ini, seperti bermain tapi maknanya tetap tersampaikan dengan sangat baik. Kami belajar banyak metode luar biasa di sini," ungkap Rafika.

Beberapa metode pengolahan sampah terpadu yang dipelajari para peserta meliputi:

  • Pilah Pilih Sampah & Bank Sampah.
  • Pemanfaatan Sampah Anorganik menjadi karya bernilai estetika.
  • Pembuatan produk ekologis seperti Eco-enzyme dan Pupuk Organik Cair (POC).
  • Sistem Pengomposan menggunakan metode Komposter Aerob dan Komposter Takakura.
  • Budidaya Maggot BSF (Black Soldier Fly) untuk sampah organik.
  • Penerapan teknologi hijau lewat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Hidroponik, hingga Panel Surya.

 

Misi Menekan Gas Metana Global

Rumah Kelola Sampah (RKS) hadir sebagai konsep pengelolaan sampah terpadu yang sangat aplikatif dan mudah diadopsi, bahkan dalam skala rumah tangga terkecil. Jika diterapkan secara luas, konsep ini tidak hanya memberikan nilai ekonomis bagi pengolahnya, tetapi juga menjadi solusi krusial bagi krisis iklim global.

Langkah ini krusial untuk menekan penumpukan sampah organik dan non-organik yang tercampur di TPA. Pasalnya, percampuran sampah tersebut menghasilkan gas metana—salah satu gas rumah kaca berbahaya yang memicu pemanasan global.

Mengusung tema besar “Kelola Sampah Hari Ini – Selamatkan Masa Depan”, RKS optimistis bahwa langkah kecil yang dimulai dari rumah hari ini akan menjadi gelombang perubahan yang berdampak besar bagi generasi mendatang.

Tentang Rumah Kelola Sampah:
Rumah Kelola Sampah adalah pusat edukasi dan penerapan pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat yang berfokus pada pengurangan sampah dari sumbernya (skala rumah tangga) demi kelestarian lingkungan berkelanjutan.

 

  • Tags :
  • RUMAH KELOLA SAMPAH