<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
            xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
            xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
            xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
            xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
            xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"><channel>
                <title>Rumah Kelola Sampah</title>
                <atom:link href="https://rumahkelolasampah.id/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
                <link>https://rumahkelolasampah.id/</link>
                <description>Update Informasi berita peristiwa terkini daerah Jawa Timur dan sekitarnya</description>
                <lastBuildDate>Tue, 18 Aug 2026 15:14:00 +0700</lastBuildDate>
                <language>id-ID</language>
                <generator>https://rumahkelolasampah.id/</generator>
                <image>
                    <url>https://rumahkelolasampah.id/po-content/uploads/logo/logo-rks.png</url>
                    <title>Rumah Kelola Sampah</title>
                    <link>https://rumahkelolasampah.id/</link>
                </image><item>
                    <title><![CDATA[Dari Sisa Sayur Hingga Botol Bekas: Belajar Mengelola Sampah Bareng Inayah Zul Putri di Masterclass RKS x SavEnvironment]]></title>
                    <link>https://rumahkelolasampah.id/artikel-9-dari-sisa-sayur-hingga-botol-bekas-belajar-mengelola-sampah-bareng-inayah-zul-putri-di-masterclass-rks-x-savenvironment</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://rumahkelolasampah.id/artikel-9-dari-sisa-sayur-hingga-botol-bekas-belajar-mengelola-sampah-bareng-inayah-zul-putri-di-masterclass-rks-x-savenvironment</guid>
                    <pubDate>Tue, 18 Aug 2026 15:14:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Bau yang menyengat, lalat berterbangan, dan tumpukkan sampah yang menggunung, begitulah yang orang bayangkan saat mendengar kata "kompos". Padahal, itu semua]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p>Bau yang menyengat, lalat berterbangan, dan tumpukkan sampah yang menggunung, begitulah yang orang bayangkan saat mendengar kata "kompos". Padahal, itu semua cuma mitos yang selama ini bikin orang ragu buat mulai, itulah yang dikatakan Inayah Putri pada saat kegiatan Masterclass berlangsung pada Sabtu (01/08).&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam kegiatan Masterclass yang berjudul "From Concept to Action: Masterclass in Composting and Upcycling", Rumah Kelola Sampah (RKS) kembali hadir untuk memperluas jangkauannya lewat kolaborasi yang dijalankan bersama SavEnvironment. Kali ini, Nurul Inayah Zul Putri yang akrab disapa Naya, &nbsp;juga selaku pengurus Rumah Kelola Sampah ditunjuk sebagai pemateri pada kegiatan ini. Ia mengajak para peserta untuk melihat composting & upcycling bukan sebagai beban, melainkan sebuah aksi kecil yang dapat dimulai oleh siapa saja dan dimana aja. Naya juga menilai bahwa perubahan kecil seperti ini tidak bisa diciptakan dari orang lain, melainkan harus dimulai dari diri sendiri.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Naya membuka sesi kelas dengan membawa data bahwa timbunan sampah di Indonesia saat ini telah memcapai 31 juta ton, namun dari semua sampah tersebut hanya sedikit yang mampu dikelola dengan baik. Ia juga mengingatkan bahwa dampak dari tumpukkan sampah ini, sering luput dari perhatian. Tanpa disadari partikel mikroplastik sudah masuk dan mengancam kelangsungan hidup manusia, misalnya pada kasus partikel mikroplastik yang ditemukan pada plasenta manusia. Bagi Naya, masalah ini tidak hanya datang dari kurangnya fasilitas yang ada melainkan dari kebiaasaan manusia juga. "Cegah sebelum ada, pilah saat ada, dan olah jadi berguna", tegasnya, kalimat yang kemudian menjadi benang merah untuk seluruh materi yang didiskusikan. Salah satunya terlihat pada bagaimana Naya membahas composting: kegiatan ini tidak banyak dilakukan oleh orang-orang karna mengira prosesnya pasti bau dan membutuhkan lahan yang luas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="https://rumahkelolasampah.id/po-content/uploads/202608/ss-zoom-rksxsaven-1.jpg" alt="" width="100%" height="auto" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, pada kegiatan ini Rumah Kelola Sampah melalui Naya memberikan solusi dan alternatif lain bagi orang-orang yang mau mulai melakukan composting dengan prinsip tidak menggunakan banyak lahan dan tentunya tidak menimbulkan bau yang menyengat. Kuncinya ada pada empat unsur penting: nitrogen (sisa sayur, kulit buah, ampas kopi), karbon (daun kering, kardus bekas), air (air cucian beras atau larutan EM4) serta oksigen. Sementara itu untuk sisa-sisa dari daging, ikan, susu, dan juga minyak seharusnya dihindarkan agar tidak mengundang hama. Naya juga menjelaskan berbai jenis wadah yang dapat digunakan untuk composting, mulai dari ember bekas, drum plastik, hingga keranjang Takakura.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kalau composting menjawab persoalan sisa makanan, maka upcycling jadi jawaban yang paling tepat untuk persoalan sampah plastik dan barang bekas yang tertumpuk. Kedua hal ini sengaja dipilih oleh RKS dan SavEnvironment agar peserta pulang dengan solusi yang lengkap tidak hanya salah satu saja. Berbeda dengan daur ulang biasa, upcycling lebih fokus pada mengubah barang bekas menjadi barang yang bernilai dari bentuk aslinya. Naya mencontohkan beberapa proyek sederhana yang dapat dilaukan dirumah: tutup botol bekas disulap menjadi liontin kalung, kain flanel jadi bros bunga, hingga kardus yang bisa disulap menjadi bingkai foto berlapis kain.&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menutup sesi, Naya membagikan satu kutipan bagus yang ia dapat dari Robert Swan, "Ancaman terbesar bagi planet kita adalah keyakinan bahwa orang lain yang akan menyelamatkannya". Bagi RKS sendiri, kolaborasi dengan SavEnvironment menjadi bukti bahwa memperluas jangkauan tidak selalu tentang followers yang bertambah, tetapi juga tentang membangun ruang belajar bersama komunitas lain yang memiliki visi serupa. Ke depannya, RKS berharap ruang kolaborasi akan semakin banyak sehingga semaki banyak orang terutama anak muda yang tergerak untuk mulai memilah dan mengolah sampah di lingkungannya sendiri.&nbsp;</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://rumahkelolasampah.id/po-content/uploads/202608/trainer-rumah-kelola-sampah-sebagai-speaker-di-bootcamp-by-savenvironment.png" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Dari Sisa Sayur Hingga Botol Bekas: Belajar Mengelola Sampah Bareng Inayah Zul Putri di Masterclass RKS x SavEnvironment]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Administrator]]></dc:creator>
                    <category><![CDATA[Pembicara]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Terdengar Sampai Toba! Dosen UHKBPN ‘Belajar’ Cara Jinakkan Sampah di Rumah Kelola Sampah Danau Siombak]]></title>
                    <link>https://rumahkelolasampah.id/artikel-8-terdengar-sampai-toba-dosen-uhkbpn-belajar-cara-jinakkan-sampah-di-rumah-kelola-sampah-danau-siombak</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://rumahkelolasampah.id/artikel-8-terdengar-sampai-toba-dosen-uhkbpn-belajar-cara-jinakkan-sampah-di-rumah-kelola-sampah-danau-siombak</guid>
                    <pubDate>Tue, 16 Jun 2026 19:29:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[MEDAN – Ada yang tak biasa di kawasan Danau Siombak, Medan, pada Senin (15/06). Rombongan akademisi jauh-jauh datang bukan untuk sekadar pelesiran, melainkan u]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p>MEDAN &ndash; Ada yang tak biasa di kawasan Danau Siombak, Medan, pada Senin (15/06). Rombongan akademisi jauh-jauh datang bukan untuk sekadar pelesiran, melainkan untuk sebuah misi penting: "belajar" ilmu menjinakkan sampah.<br /><br /></p>
<p>Sebanyak 8 dosen lintas disiplin ilmu dari Universitas HKBP Nommensen Pematangsiantar (UHKBPN) turun langsung ke Rumah Kelola Sampah (RKS) Danau Siombak. Tergerak oleh kepedulian lingkungan, para pendidik ini ingin melihat langsung bagaimana hulu masalah sampah&mdash;yaitu perilaku manusia di rumah&mdash;bisa diselesaikan dengan metode edukasi yang apik dan sistematis di sisi hilir.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari lokasi RKS, para dosen disuguhi pemandangan nyata: gunungan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Terjun yang menjadi benteng terakhir persampahan Kota Medan. Sebuah tamparan visual yang mempertegas alasan mengapa sampah harus dipilah sejak dari rumah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Bukan Soal Siapa Paling Pintar</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pengurus RKS Danau Siombak, Yudha Lesmana Pohan, menyambut hangat kehadiran para dosen. Dalam sambutannya, Yudha menekankan bahwa urusan sampah adalah kerja keroyokan, bukan ajang unjuk gigi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>"Kesadaran akan sampah bukan tentang siapa yang lebih hebat atau lebih pintar, tapi harus digerakkan bersama oleh seluruh pihak: stakeholder, pemerintah, masyarakat, hingga civitas akademisi," ujar Yudha.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia mengakui, mengedukasi pengelolaan sampah dari skala rumahan (hulu) memang kurang populer dan butuh kesabaran ekstra karena menyangkut perubahan perilaku manusia. Namun, inilah solusi yang paling tepat guna. RKS pun membuka pintu lebar-lebar bagi perguruan tinggi yang ingin berkolaborasi lewat riset dan inovasi teknologi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pantun Unik dan Misi untuk Danau Toba</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Suasana formal seketika mencair dan menjadi fun saat Ketua Pusat Studi Kebijakan Publik dan Politik (Pustaka) UHKBPN, Rindu Erwin Marpaung, M.A.P., melontarkan pantun pembukanya yang jenaka:</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>"Ubur-ubur ikan lele, ajarkan kami lee..."</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Aksi jenaka ini langsung memicu tawa, sekaligus menunjukkan antusiasme yang tinggi. Rindu berharap ilmu praktis dari RKS Siombak bisa segera "dilepaskan" di kampusnya. Secara geografis dan visi, mereka memiliki kemiripan: sama-sama berhadapan dengan ekosistem danau dan punya mimpi besar menjaga kebersihan destinasi wisata, termasuk kawasan super prioritas Danau Toba.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Bongkar Rahasia: Ini Dia 5 Jurus Kelola Sampah ala RKS</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Secara bergantian, para "pendekar" lingkungan RKS&mdash;Hasan, Frida, Rusli (Eli), Fauzi, Putri, dan Asty&mdash;membagikan formula rahasia mereka. Prinsipnya sederhana: alam bisa mengurai dirinya sendiri, manusialah yang kerap mengotorinya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berikut adalah 5 metode praktis skala rumahan yang siap diadopsi:<br /><br /></p>
<table style="border-collapse: collapse; width: 100%; height: 360.047px;" border="1">
<tbody>
<tr>
<td style="width: 24.4116%; text-align: left;"><strong>Jenis Sampah/ Limbah<br /><br /></strong></td>
<td style="width: 75.5884%; text-align: left;"><strong>Metode Pengolahan<br /><br /></strong></td>
</tr>
<tr style="height: 72.8125px;">
<td style="width: 24.4116%; text-align: left;">Sisa Sayuran Dapur<br />(Bayam, Kangkung, Kol)<br /><br /></td>
<td style="width: 75.5884%; text-align: left; height: 72.8125px;">Diolah jadi kompos dengan Metode Takakura (pakai keranjang, kardus bekas, dan bantalan sekam) atau disulap jadi Pupuk Organik Cair (POC) untuk sisa sayur yang basah.<br /><br /></td>
</tr>
<tr style="height: 46.4062px;">
<td style="width: 24.4116%; text-align: left;">Kulit Buah<br /><br /></td>
<td style="width: 75.5884%; text-align: left; height: 46.4062px;">Difermentasi menjadi Eco-enzyme menggunakan wadah tertutup dengan rumus perbandingan volume yang pas (kulit buah, air, udara), plus sentuhan cairan glukosa.<br /><br /></td>
</tr>
<tr style="height: 72.8125px;">
<td style="width: 24.4116%; text-align: left;">Sampah Kebun<br />(daun kering dan ranting)<br /><br /></td>
<td style="width: 75.5884%; text-align: left; height: 72.8125px;">Menggunakan Komposter Aerob dari tong air bekas yang dimodifikasi dengan pipa berlubang. Hasilnya? Bebas bau dan bebas lalat!<br /><br /></td>
</tr>
<tr style="height: 72.8125px;">
<td style="width: 24.4116%; text-align: left;">Air Limbah Rumah Tangga<br />(air sisa cuci pakaian, piring, mandi)<br /><br /></td>
<td style="width: 75.5884%; text-align: left; height: 72.8125px;">Disaring lewat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) mandiri dengan media ijuk, saringan akuarium, batu zeolit, arang aktif, dan pasir silika. Airnya jernih kembali dan siap untuk menyiram tanaman.<br /><br /></td>
</tr>
<tr style="height: 72.8125px;">
<td style="width: 24.4116%; text-align: left;">Sampah Anorganik Bernilai<br />(botol plastik, kaleng, kardus bekas)<br /><br /></td>
<td style="width: 75.5884%; text-align: left; height: 72.8125px;">Dikelola secara profesional melalui Sistem Bank Sampah yang terstruktur agar bernilai ekonomis.<br /><br /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>&nbsp;</p>
<p><br />Tak hanya itu, RKS juga memamerkan integrasi teknologi ramah lingkungan lainnya, seperti budidaya maggot untuk sampah organik, penggunaan panel surya untuk hemat energi, hingga pengaplikasiannya pada budidaya tanaman hidroponik.</p>
<p><img src="https://rumahkelolasampah.id/po-content/uploads/202606/poc-ecoenzym.jpg" alt="" width="100%" height="auto" /></p>
<p><strong>Tentang Rumah Kelola Sampah (RKS):</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rumah Kelola Sampah adalah pusat edukasi dan penerapan pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat. RKS berfokus pada pengurangan sampah langsung dari sumbernya (skala rumah tangga) demi mewujudkan kelestarian lingkungan yang berkelanjutan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img src="https://rumahkelolasampah.id/po-content/uploads/202606/hidroponik-rks.jpg" alt="" width="100%" height="auto" /></p>
<p><img src="https://rumahkelolasampah.id/po-content/uploads/202606/uhkbpnp-2mb.jpg" alt="" width="100%" height="auto" /></p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://rumahkelolasampah.id/po-content/uploads/202606/takakura.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[UHKBPNP]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Administrator]]></dc:creator>
                    <category><![CDATA[Kunjungan]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Peringati Hari Lingkungan Hidup, Rumah Kelola Sampah Disulap Jadi Destinasi Wisata Edukasi]]></title>
                    <link>https://rumahkelolasampah.id/artikel-7-peringati-hari-lingkungan-hidup-rumah-kelola-sampah-disulap-jadi-destinasi-wisata-edukasi</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://rumahkelolasampah.id/artikel-7-peringati-hari-lingkungan-hidup-rumah-kelola-sampah-disulap-jadi-destinasi-wisata-edukasi</guid>
                    <pubDate>Mon, 08 Jun 2026 13:50:59 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[MEDAN – Ada yang berbeda dari peringatan Hari Lingkungan Hidup kali ini. Rumah Kelola Sampah (RKS) mendadak disulap menjadi destinasi wisata edukasi yang seru d]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p>MEDAN &ndash; Ada yang berbeda dari peringatan Hari Lingkungan Hidup kali ini. Rumah Kelola Sampah (RKS) mendadak disulap menjadi destinasi wisata edukasi yang seru dan interaktif saat menerima kunjungan dari Port Social Community (PSC) pada Minggu (07/06).</p>
<p>PSC merupakan komunitas sosial anak muda besutan Pelindo di wilayah Belawan dan sekitarnya yang fokus memberikan dampak positif bagi masyarakat. Sebanyak 20 pemuda-pemudi yang tergabung dalam komunitas ini turun langsung untuk mempraktikkan cara mengolah sampah mandiri berskala rumahan.</p>
<p>Pengurus Rumah Kelola Sampah, Mustika Guna, menyambut hangat antusiasme para generasi muda ini. Ia menegaskan bahwa RKS selalu terbuka menjadi mitra pendamping bagi siapapun yang ingin menyebarluaskan kesadaran lingkungan. "Sampah harus sudah mulai dipilah dan dipilih sejak dari rumah. Jangan sampai semuanya berakhir begitu saja dan menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA)," ujar Mustika menekankan pentingnya aksi dari hulu.</p>
<p>Mengubah Sampah Menjadi Berkah, Bukan Dosa Jariah</p>
<p>Aksi nyata para pemuda ini juga disambut baik dari manajemen. Direktur SDM PT Pelindo Multi Terminal, Edi Priyanto, menitipkan pesan mendalam terkait tanggung jawab personal terhadap lingkungan. "Kesadaran terhadap sampah yang kita hasilkan secara individu adalah tanggung jawab kita masing-masing untuk mengolahnya. Jangan sampai sampah yang tidak dikelola ini justru menjadi 'dosa jariah' yang berkelanjutan dan merugikan orang banyak," tegas Edi.</p>
<p>Sementara itu, Pengurus PSC, Rafika, menyampaikan apresiasinya atas ilmu praktis yang dibagikan oleh RKS. Menurutnya, RKS berhasil mengubah stigma pengolahan sampah yang membosankan menjadi aktivitas yang menyenangkan. "Ternyata belajar mengolah sampah bisa seseru ini, seperti bermain tapi maknanya tetap tersampaikan dengan sangat baik. Kami belajar banyak metode luar biasa di sini," ungkap Rafika.</p>
<p>Beberapa metode pengolahan sampah terpadu yang dipelajari para peserta meliputi:</p>
<ul>
<li>Pilah Pilih Sampah & Bank Sampah.</li>
<li>Pemanfaatan Sampah Anorganik menjadi karya bernilai estetika.</li>
<li>Pembuatan produk ekologis seperti Eco-enzyme dan Pupuk Organik Cair (POC).</li>
<li>Sistem Pengomposan menggunakan metode Komposter Aerob dan Komposter Takakura.</li>
<li>Budidaya Maggot BSF (Black Soldier Fly) untuk sampah organik.</li>
<li>Penerapan teknologi hijau lewat Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), Hidroponik, hingga Panel Surya.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Misi Menekan Gas Metana Global</strong></p>
<p>Rumah Kelola Sampah (RKS) hadir sebagai konsep pengelolaan sampah terpadu yang sangat aplikatif dan mudah diadopsi, bahkan dalam skala rumah tangga terkecil. Jika diterapkan secara luas, konsep ini tidak hanya memberikan nilai ekonomis bagi pengolahnya, tetapi juga menjadi solusi krusial bagi krisis iklim global.</p>
<p>Langkah ini krusial untuk menekan penumpukan sampah organik dan non-organik yang tercampur di TPA. Pasalnya, percampuran sampah tersebut menghasilkan gas metana&mdash;salah satu gas rumah kaca berbahaya yang memicu pemanasan global.</p>
<p>Mengusung tema besar &ldquo;Kelola Sampah Hari Ini &ndash; Selamatkan Masa Depan&rdquo;, RKS optimistis bahwa langkah kecil yang dimulai dari rumah hari ini akan menjadi gelombang perubahan yang berdampak besar bagi generasi mendatang.</p>
<p>Tentang Rumah Kelola Sampah:<br />Rumah Kelola Sampah adalah pusat edukasi dan penerapan pengelolaan sampah terpadu berbasis masyarakat yang berfokus pada pengurangan sampah dari sumbernya (skala rumah tangga) demi kelestarian lingkungan berkelanjutan.</p>
<p>&nbsp;</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://rumahkelolasampah.id/po-content/uploads/202606/port-visit.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Kunjungan PSC (7 Juni)]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Administrator]]></dc:creator>
                    <category><![CDATA[Kunjungan]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Rumah Kelola Sampah Sapa Sekolah SD Terapung Belawan]]></title>
                    <link>https://rumahkelolasampah.id/artikel-6-rumah-kelola-sampah-sapa-sekolah-sd-terapung-belawan</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://rumahkelolasampah.id/artikel-6-rumah-kelola-sampah-sapa-sekolah-sd-terapung-belawan</guid>
                    <pubDate>Tue, 12 May 2026 20:34:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Rumah Kelola Sampah (RKS) yang didukung oleh PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) mulai menyisir dan menyasar edukasi pengelolaan sampah sejak dini di pesisir]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p>Rumah Kelola Sampah (RKS) yang didukung oleh PT Pelindo Multi Terminal (SPMT) mulai menyisir dan menyasar edukasi pengelolaan sampah sejak dini di pesisir Belawan, tepatnya di SD Negeri 068009 melalui Program RKS Sapa Sekolah pada Selasa, 12 Mei 2026.&nbsp;</p>
<p>Siswa/i diajak bermain sambil belajar tentang pentingnya memilah dan mengolah sampah melalui kegiatan yang edukatif, interaktif, dan menyenangkan.</p>
<p>Kepala Sekolah, Atiqa Azizah, menyampaikan bahwa langkah ini cukup menarik, harapannya dapat membuka wawasan peserta didik menjadi calon pejuang lingkungan yang sadar tentang pentingnya mengelola sampah.</p>
<p>Hal senada juga disampaikan oleh perwakilan RKS, Mustika Guna bahwa pesisir belawan ini dulu sangat kaya alamnya dan biodata laut cukup untuk menghidupi keluarga di pesisir, namun kini penuh dengan sampah yang ada di laut. Melalui RKS, beliau berharap bisa memotivasi siswa bahwa darimanapun asal kita, kita bisa menjadi apa saja yang kita inginkan selama ada niat yang kuat. Sama halnya dengan mengelola sampah, RKS hadir sebagai wadah agar metode kelola sampah dari rumah dapat diterapkan mulai dari memilah, memilih, serta mengolahnya menjadi hal yang bernilai.</p>
<p>Pada sesi edukasi, siswa mendapatkan tiga materi utama yang disampaikan dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami. Materi pertama adalah edukasi pilah pilih sampah, di mana siswa dikenalkan jenis sampah organik, anorganik, B3, dan residu. Materi kedua yaitu pembuatan ecoenzym sebagai pemanfaatan limbah organik menjadi cairan ramah lingkungan yang bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.<br />Materi ketiga berfokus pada daur ulang sampah anorganik melalui kegiatan praktik. Para siswa diajak membuat kerajinan tempat pensil dari botol plastik bekas. Kegiatan praktik ini bertujuan menumbuhkan kreativitas sekaligus menunjukkan bahwa sampah dapat memiliki nilai guna jika diolah dengan baik.</p>
<p>Agar suasana semakin menyenangkan, kegiatan juga dilengkapi dengan permainan edukatif seperti ular tangga dan engklek bertema pengolahan sampah. Melalui Program Sapa Sekolah, Rumah Kelola Sampah berharap kebiasaan memilah dan mengolah sampah dapat tertanam sejak dini sehingga lahir generasi yang lebih peduli dan bertanggung jawab terhadap lingkungan.</p>
<p>Rumah Kelola Sampah : "Kelola Sampah Hari Ini - Selamatkan Masa Depan"</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://rumahkelolasampah.id/po-content/uploads/202605/img1687.jpg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Rumah Kelola Sampah Sapa Sekolah SD Terapung Belawan]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Administrator]]></dc:creator>
                    <category><![CDATA[Study Tour]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Rumah Kelola Sampah Sapa Sekolah SD Hang Tuah 1 Belawan]]></title>
                    <link>https://rumahkelolasampah.id/artikel-5-rumah-kelola-sampah-sapa-sekolah-sd-hang-tuah-1-belawan</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://rumahkelolasampah.id/artikel-5-rumah-kelola-sampah-sapa-sekolah-sd-hang-tuah-1-belawan</guid>
                    <pubDate>Mon, 04 May 2026 17:52:12 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Belawan, 30 April 2026 – Rumah Kelola Sampah menyelenggarakan kegiatan edukasi lingkungan bertajuk “Sapa Sekolah” di SD Hang Tuah 1 Belawan pada Kamis (30/4). “]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p>Belawan, 30 April 2026 &ndash; Rumah Kelola Sampah menyelenggarakan kegiatan edukasi lingkungan bertajuk &ldquo;Sapa Sekolah&rdquo; di SD Hang Tuah 1 Belawan pada Kamis (30/4). &ldquo;Sapa Sekolah bisa&rdquo; diartikan sebagai "sadari sampah", kata "sapa" konotasinya ramah dan bersahabat, terkesan mengajak dan bukan menghakimi. Kegiatan ini bertujuan menanamkan kesadaran kepada siswa sekolah dasar tentang pentingnya memilah dan mengolah sampah sejak dini melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.</p>
<p>Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala Sekolah SD Hang Tuah 1 Belawan, Pujiati, yang menyampaikan apresiasi atas hadirnya program edukasi lingkungan bagi para siswa SD Hang Tuah 1 Belawan. Dalam kesempatan yang sama, Vice President TJSL, Zulhendri, menekankan pentingnya menjaga lingkungan sejak dini dikarenakan permasalahan sampah yang meningkat dari tahun ke tahun. Ia menekankan bahwa edukasi tidak bisa hanya sebatas imbauan, tetapi harus dipraktikkan langsung agar bisa menjadi kebiasaan sehari-hari.</p>
<p>Dalam kegiatan ini, siswa mendapatkan tiga materi utama yang disampaikan secara sederhana dan mudah dipahami, yaitu edukasi pilah pilih sampah, pembuatan eco-enzyme dari sampah organik, serta pengolahan dan daur ulang sampah anorganik. Materi disampaikan secara interaktif agar siswa dapat memahami bahwa sampah dapat dikelola dan dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu yang bernilai.</p>
<p>Untuk memperkuat pemahaman, kegiatan dilanjutkan dengan permainan edukatif seperti ular tangga dan engklek bertema pengolahan sampah. Permainan ular tangga dan engklek dapat membantu meningkatkan motorik anak sambil belajar berhitung, serta menanamkan kepedulian dari alam bawah sadar anak-anak dengan visualisasi gambar. Melalui konsep belajar sambil bermain, siswa diajak memahami kebiasaan memilah sampah secara menyenangkan sehingga pesan yang disampaikan lebih mudah diingat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Program Sapa Sekolah merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Rumah Kelola Sampah dalam memperluas edukasi pengelolaan sampah kepada generasi muda. Diharapkan kegiatan ini dapat membentuk kebiasaan positif sejak dini serta mendorong terciptanya lingkungan sekolah yang lebih bersih, sehat, dan peduli terhadap keberlanjutan. Karena perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Dan langkah itu bisa dimulai hari ini, "Kelola Sampah Hari Ini, Selamatkan Masa Depan."</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://rumahkelolasampah.id/po-content/uploads/202605/whatsapp-image-2026-05-01-at-082602.jpeg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Rumah Kelola Sampah Sapa Sekolah SD Hang Tuah 1 Belawan]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Administrator]]></dc:creator>
                    <category><![CDATA[Study Tour]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Kolaborasi Edukasi Lingkungan: Rumah Kelola Sampah Hadir bagi Mahasiswa Universitas Satya Bhinneka Medan]]></title>
                    <link>https://rumahkelolasampah.id/artikel-4-kolaborasi-edukasi-lingkungan-rumah-kelola-sampah-hadir-bagi-mahasiswa-universitas-satya-bhinneka-medan</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://rumahkelolasampah.id/artikel-4-kolaborasi-edukasi-lingkungan-rumah-kelola-sampah-hadir-bagi-mahasiswa-universitas-satya-bhinneka-medan</guid>
                    <pubDate>Fri, 01 May 2026 15:25:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Rumah Kelola Sampah (RKS) menjadi sorotan utama dalam Kuliah Umum bertema Corporate Social Responsibility (CSR) yang diselenggarakan oleh Program Studi]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Rumah Kelola Sampah (RKS) menjadi sorotan utama dalam Kuliah Umum bertema <em>Corporate Social Responsibility</em> (CSR) yang diselenggarakan oleh Program Studi Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Satya Bhinneka Medan yang berlangsung pada Selasa (21/4) di Auditorium Bung Karno.</p>
<p style="text-align: left;">Kegiatan ini menekankan pentingnya pendidikan lingkungan berbasis praktik serta pengelolaan sampah berkelanjutan yang dapat diterapkan langsung oleh mahasiswa dan masyarakat.</p>
<p style="text-align: left;">Kuliah umum ini menghadirkan Finan Syaifullah, Senior Vice President Sekretariat Perusahaan Pelindo Multi Terminal, sebagai pembicara utama.&nbsp;Dalam sesi pemaparan, peserta diperkenalkan pada konsep pengelolaan sampah terintegrasi yang menjadi inti dari program Rumah Kelola Sampah. RKS hadir sebagai ruang belajar nyata yang menghubungkan dunia akademik dengan praktik lapangan, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teori keberlanjutan, tetapi juga terlibat langsung dalam penerapannya.</p>
<p style="text-align: left;">&ldquo;CSR bukan sekadar kewajiban perusahaan, tetapi strategi berkelanjutan yang membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam membangun ekonomi yang inklusif dan ramah lingkungan. Rumah Kelola Sampah adalah bukti bahwa ketika perusahaan, akademisi, dan masyarakat bekerja bersama, perubahan nyata bisa terjadi,&rdquo; ujar Finan Syaifullah.</p>
<p style="text-align: left;">Melalui program ini, masyarakat dan mahasiswa diajak mempelajari proses pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, dimulai dari pemilahan sampah rumah tangga, pengolahan sampah organik menjadi kompos, hingga pemanfaatan hasil pengolahan untuk kegiatan produktif seperti hidroponik. RKS juga memperkenalkan penggunaan energi terbarukan melalui panel surya sebagai bagian dari ekosistem pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.</p>
<p style="text-align: left;">Pendekatan edukatif menjadi kekuatan utama Rumah Kelola Sampah. Program ini dirancang untuk menyederhanakan konsep keberlanjutan agar mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam pengembangan program ini. Mahasiswa didorong untuk turun langsung ke lapangan, berkolaborasi dengan masyarakat, serta mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dalam bentuk aksi nyata. &nbsp;</p>
<p style="text-align: left;">Dengan pendekatan ini, Rumah Kelola Sampah diharapkan mampu menjadi model solusi berkelanjutan bagi pengelolaan sampah sekaligus pusat pembelajaran lingkungan bagi generasi muda.</p>
<p style="text-align: left;">Ke depan, Rumah Kelola Sampah diharapkan terus berkembang sebagai ruang kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam menciptakan perubahan perilaku, meningkatkan literasi lingkungan, serta mendorong lahirnya inovasi berbasis keberlanjutan. Program ini menjadi bukti bahwa edukasi pengelolaan sampah dapat menjadi langkah nyata menuju masyarakat yang lebih peduli lingkungan dan mandiri secara ekonomi.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://rumahkelolasampah.id/po-content/uploads/202605/img7448.jpeg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Kolaborasi Edukasi Lingkungan: Rumah Kelola Sampah Hadir bagi Mahasiswa Universitas Satya Bhinneka Medan]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Administrator]]></dc:creator>
                    <category><![CDATA[Pembicara]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Akselerasi Wisata Hijau: Rumah Kelola Sampah Bagikan Praktik Pengelolaan Sampah kepada ASPPI DPD Sumut]]></title>
                    <link>https://rumahkelolasampah.id/artikel-2-akselerasi-wisata-hijau-rumah-kelola-sampah-bagikan-praktik-pengelolaan-sampah-kepada-asppi-dpd-sumut</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://rumahkelolasampah.id/artikel-2-akselerasi-wisata-hijau-rumah-kelola-sampah-bagikan-praktik-pengelolaan-sampah-kepada-asppi-dpd-sumut</guid>
                    <pubDate>Fri, 10 Apr 2026 15:00:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Medan, April 2026 – Rumah Kelola Sampah (RKS) terus memperkuat perannya sebagai pusat edukasi lingkungan dengan menerima kunjungan dari Asosiasi Pelaku P]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p>Medan, April 2026 &ndash; Rumah Kelola Sampah (RKS) terus memperkuat perannya sebagai pusat edukasi lingkungan dengan menerima kunjungan dari Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) DPD Sumatera Utara pada (07/04) di kawasan Taman Edukasi Siombak, Medan Marelan. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pelaku pariwisata dengan upaya pelestarian lingkungan berbasis komunitas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kegiatan diawali dengan aksi penanaman mangrove oleh seluruh peserta sebagai bentuk kepedulian terhadap kelestarian kawasan pesisir Danau Siombak, yang merupakan satu-satunya danau di Kota Medan. Setelah itu, rombongan melanjutkan agenda ke Rumah Kelola Sampah untuk mengikuti sesi edukasi pengelolaan lingkungan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Acara dibuka dengan sambutan Ketua ASPPI DPD Sumut, Achmad Fauzi Lubis. Dalam sambutannya, ia menyampaikan pentingnya menjaga lingkungan sebagai aset berharga bagi masyarakat dan generasi mendatang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&ldquo;Lingkungan yang kita miliki saat ini harus dijaga dengan baik. Danau Siombak merupakan aset alam yang penting bagi Kota Medan, sehingga perlu dimanfaatkan secara bijak dan dilestarikan bersama,&rdquo; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mewakili pihak Kelurahan Paya Pasir, Desi mengungkapkan optimisme terhadap potensi wisata edukasi lingkungan di wilayahnya. Meski tantangan sampah kiriman dari pasang rob masih terjadi, ia meyakini kolaborasi bersama seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan program tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sinergitas ini salah satunya diwujudkan melalui kunjungan yang menjadi sarana bagi peserta untuk melihat secara langsung proses pengelolaan sampah dari hulu hingga hilir, sekaligus membuka peluang kolaborasi antara sektor pariwisata dan program pelestarian lingkungan. Hal ini sejalan dengan tren pariwisata global yang kini mengarah pada konsep pariwisata berkelanjutan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam sesi edukasi, tim Rumah Kelola Sampah memperkenalkan berbagai metode pengelolaan limbah, mulai dari pemilahan sampah, pengelolaan bank sampah, hingga pengolahan limbah organik melalui metode kompos Takakura, ecoenzyme, pupuk organik cair, serta pengomposan aerob. Peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai sejarah dan potensi kawasan Danau Siombak sebagai destinasi edukasi lingkungan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai penutup, peserta menikmati sajian kuliner lokal yang diolah oleh pelaku UMKM setempat, seperti jus buah nipah dan empek-empek. Produk tersebut merupakan hasil pemanfaatan sumber daya alam di sekitar kawasan Siombak, yang menunjukkan bahwa lingkungan yang terjaga dapat memberikan nilai tambah secara ekonomi bagi masyarakat.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, diharapkan kolaborasi antara pelaku pariwisata dan komunitas lingkungan dapat terus ditingkatkan guna mendukung terciptanya ekosistem yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://rumahkelolasampah.id/po-content/uploads/202604/asppi-dpd-sumut-di-rumah-kelola-sampah.jpeg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Akselerasi Wisata Hijau: Rumah Kelola Sampah Bagikan Praktik Pengelolaan Sampah kepada ASPPI DPD Sumut]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Administrator]]></dc:creator>
                    <category><![CDATA[Kunjungan]]></category></item><item>
                    <title><![CDATA[Kini Hadir di Medan : Rumah Kelola Sampah, Destinasi Edukasi Baru Belajar Mengolah Sampah dari Rumah]]></title>
                    <link>https://rumahkelolasampah.id/artikel-1-kini-hadir-di-medan-rumah-kelola-sampah-destinasi-edukasi-baru-belajar-mengolah-sampah-dari-rumah</link>
                    <guid isPermaLink="false">https://rumahkelolasampah.id/artikel-1-kini-hadir-di-medan-rumah-kelola-sampah-destinasi-edukasi-baru-belajar-mengolah-sampah-dari-rumah</guid>
                    <pubDate>Tue, 24 Feb 2026 17:46:00 +0700</pubDate>
                    <description><![CDATA[Medan - Di tengah meningkatnya persoalan sampah perkotaan, sebuah ruang belajar lingkungan kini hadir di kawasan Taman Edukasi Siombak, Medan Marelan. Bukan]]></description>
                    <content:encoded><![CDATA[<p>Medan - Di tengah meningkatnya persoalan sampah perkotaan, sebuah ruang belajar lingkungan kini hadir di kawasan Taman Edukasi Siombak, Medan Marelan. Bukan sekadar tempat kunjungan, Rumah Kelola Sampah (RKS) dirancang sebagai destinasi edukasi publik tempat masyarakat belajar langsung bagaimana sampah rumah tangga dapat dikelola secara mandiri sejak dari rumah.</p>
<p>Kunjungan perdana diikuti 50 siswa MTSS YP Mandiri Al Umm pada Kamis (12/02). Melalui pendekatan praktik langsung, para pelajar tidak hanya mendengar teori, tetapi menyentuh, memilah, dan mengolah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat. Program ini mengusung pesan sederhana namun kuat : &ldquo;Kelola Sampah Hari Ini, Selamatkan Masa Depan.&rdquo;</p>
<p>Kegiatan dibuka oleh koordinator Rumah Kelola Sampah melalui M. Hasan Basri yang menekankan bahwa perubahan perilaku lingkungan harus dimulai sejak usia dini. Edukasi tidak cukup dengan imbauan, tetapi perlu pengalaman nyata agar kesadaran tumbuh menjadi kebiasaan.</p>
<p>Sebagai pusat pembelajaran terbuka, RKS menghadirkan 10 destinasi edukasi pengelolaan sampah mulai dari bank sampah, komposter takakura, komposter aerob, pupuk cair organik, hingga budidaya maggot BSF dan energi panel surya. Peserta dibagi dalam kelompok kecil dan diajak berkeliling setiap stasiun, memahami mekanisme serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Hadir pula praktisi penggiat lingkungan dari Kampung Edukasi Sampah Sidoarjo, Heri Sugiono dan Retno Mulyo, yang memberikan pembelajaran interaktif dengan bahasa sederhana sehingga mudah dipahami siswa. Pendekatan ini membuat peserta menyadari bahwa sampah bukan sekadar sisa, melainkan sumber daya jika dikelola dengan benar.</p>
<p>Kepala Sekolah MTSS YP Mandiri Al Umm, Ashari, menilai keberadaan RKS membuka wawasan baru bagi siswa. Menurutnya, pembelajaran lingkungan tidak cukup di ruang kelas, melainkan harus dialami secara langsung agar menumbuhkan kepedulian nyata.</p>
<p>Melalui kegiatan ini, Rumah Kelola Sampah menegaskan perannya sebagai pusat percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat ruang belajar yang tidak hanya ditujukan bagi sekolah, tetapi juga keluarga dan warga sekitar yang ingin memulai kebiasaan mengolah sampah dari rumah.</p>]]></content:encoded>
                    <media:content url="https://rumahkelolasampah.id/po-content/uploads/202602/studi-mtss-al-umm.jpeg" medium="image">
                    <media:title type="html"><![CDATA[Telah Hadir  Pusat Edukasi Terpadu pengelolaan sampah yang bisa dilakukan dari rumah - Rumah Kelola Sampah]]></media:title></media:content>
                    <dc:creator><![CDATA[Administrator]]></dc:creator>
                    <category><![CDATA[Study Tour]]></category></item></channel></rss>