Kolaborasi Edukasi Lingkungan: Rumah Kelola Sampah Hadir bagi Mahasiswa Universitas Satya Bhinneka Medan

rumahkelolasampah.id

rumahkelolasampah.id

  • Jumat, 01 Mei 2026 15:25 WIB

Rumah Kelola Sampah (RKS) menjadi sorotan utama dalam Kuliah Umum bertema Corporate Social Responsibility (CSR) yang diselenggarakan oleh Program Studi Kewirausahaan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Satya Bhinneka Medan yang berlangsung pada Selasa (21/4) di Auditorium Bung Karno.

Kegiatan ini menekankan pentingnya pendidikan lingkungan berbasis praktik serta pengelolaan sampah berkelanjutan yang dapat diterapkan langsung oleh mahasiswa dan masyarakat.

Kuliah umum ini menghadirkan Finan Syaifullah, Senior Vice President Sekretariat Perusahaan Pelindo Multi Terminal, sebagai pembicara utama. Dalam sesi pemaparan, peserta diperkenalkan pada konsep pengelolaan sampah terintegrasi yang menjadi inti dari program Rumah Kelola Sampah. RKS hadir sebagai ruang belajar nyata yang menghubungkan dunia akademik dengan praktik lapangan, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami teori keberlanjutan, tetapi juga terlibat langsung dalam penerapannya.

“CSR bukan sekadar kewajiban perusahaan, tetapi strategi berkelanjutan yang membuka peluang besar bagi generasi muda untuk berkontribusi dalam membangun ekonomi yang inklusif dan ramah lingkungan. Rumah Kelola Sampah adalah bukti bahwa ketika perusahaan, akademisi, dan masyarakat bekerja bersama, perubahan nyata bisa terjadi,” ujar Finan Syaifullah.

Melalui program ini, masyarakat dan mahasiswa diajak mempelajari proses pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, dimulai dari pemilahan sampah rumah tangga, pengolahan sampah organik menjadi kompos, hingga pemanfaatan hasil pengolahan untuk kegiatan produktif seperti hidroponik. RKS juga memperkenalkan penggunaan energi terbarukan melalui panel surya sebagai bagian dari ekosistem pengelolaan sampah yang ramah lingkungan.

Pendekatan edukatif menjadi kekuatan utama Rumah Kelola Sampah. Program ini dirancang untuk menyederhanakan konsep keberlanjutan agar mudah dipahami dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Keterlibatan mahasiswa menjadi bagian penting dalam pengembangan program ini. Mahasiswa didorong untuk turun langsung ke lapangan, berkolaborasi dengan masyarakat, serta mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dalam bentuk aksi nyata.  

Dengan pendekatan ini, Rumah Kelola Sampah diharapkan mampu menjadi model solusi berkelanjutan bagi pengelolaan sampah sekaligus pusat pembelajaran lingkungan bagi generasi muda.

Ke depan, Rumah Kelola Sampah diharapkan terus berkembang sebagai ruang kolaborasi antara akademisi dan masyarakat dalam menciptakan perubahan perilaku, meningkatkan literasi lingkungan, serta mendorong lahirnya inovasi berbasis keberlanjutan. Program ini menjadi bukti bahwa edukasi pengelolaan sampah dapat menjadi langkah nyata menuju masyarakat yang lebih peduli lingkungan dan mandiri secara ekonomi.

  • Tags :
  • RUMAH KELOLA SAMPAH